30 Ogos 2008

KELEBIHAN RAMADHAN

Oleh arrayan"
Di dalam satu hadis menyebut :شَهْرُ رَمَضَانَ أَوَّلُهُ الرَّحْمَةُ وَأَوْسَطُهُ المَغْفِرَةُ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
Maknanya : Bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya keampunan dan akhirnya keselamatan daripada api nerakaInilah kelebihan yang terdapat di dalam bulan Ramadhan. Secara ringkasnya bulan Ramadhan terbahagi kepada 3 fasa iaitu :

Fasa Pertama : 10 hari yang awal merupakan fasa rahmat
Fasa Kedua : 10 hari berikutnya merupakan fasa keampunan
Fasa Ketiga : 10 hari terakhir merupakan fasa keselamatan daripada api neraka

Oleh itu, marilah kita merebut peluang ini dengan mengandakan amalan soleh pada siang dan malam bulan Ramadhan semoga kita semua akan mendapat segala kebaikan yang tidak terhingga

13 pesanan Rasulullah sebelum Ramadhan

Imam Ibnu Khuzaimah dalam kitab At Targhib Juz II/217-218 meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah saw. pada hari terakhir bulan Sya’ban berkhutbah di hadapan kaum muslimin, sebagai berikut:
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh suatu bulan yang agung lagi penuh berkah, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasaNya suatu kewajiban dan qiyam (shalat) pada malam harinya suatu tahawwu’ (ibadah sunnah yang sangat dianjurkan). Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (sunnah) di dalamnya, (ia diganjar pahala) sama seperti menunaikan kewajiban (fardlu) di bulan yang lain. Dan siapa saja yang menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan, (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakan 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga (al jannah). Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah menambah rizki para mukmin di dalamnya. Siapa saja yang pada bulan itu memberikan makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka perbuatan itu menjadi pengampunan atas dosa-dosanya, kemerdekaan dirinya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang berpuasa yang diberinya makanan berbuka itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu”. Para sahabat berkata: “Ya Rasululullah, tidak semua dari kami memiliki makanan berbuka untuk orang-orang yang berpuasa”. Rasulullah saw. pun menjawab: “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang mem- berikan sebutir korma sekalipun atau sekedar seteguk air atau sehirup susu. Bulan Ramadhan ini adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari orang yang dikuasainya (hamba sahaya atau bawahannya), niscaya Allah mengampuni dosanya dan membebaskannya dari api neraka.

Karena itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan ini.

Dua perkara yang dengannya kalian menyenangkan Tuhan kalian dan dua perkara lainnya sangat kalian butuhkan.Dua perkara yang kalian lakukan untuk menyenangkan Tuhan kalian adalah: mengakui dengan sesungguhnya bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan kalian memohon ampunan kepada- Nya.Adapun dua perkara yang sangat kalian butuhkan adalah kalian memohon surgaNya dan berlindung dari api neraka. Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berpuasa niscaya Allah akan memberinya minum dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasa haus lagi sesudahnya hingga ia masuk surga”.

13 Pesan Rasulullah (Bersungguh-sungguhlah menghayatilah pesanan Rasulullah ini)
Imam Ibnu Khuzaimah dalam kitab At Targhib Juz II/217-218 meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah saw. pada hari terakhir bulan Sya’ban berkhutbah di hadapan kaum muslimin, sebagai berikut: “Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh suatu bulan yang agung lagi penuh berkah,

1. yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan;

2. bulan yang Allah telah menjadikan puasaNya suatu kewajiban dan qiyam (shalat) pada malam harinya suatu tahawwu’ (ibadah sunnah yang sangat dianjurkan).

3. Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (sunnah) di dalamnya, (ia diganjar pahala) sama seperti menunaikan kewajiban (fardlu) di bulan yang lain.

4. Dan siapa saja yang menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan, (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakan 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain.

5. Ramadhan adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga (al jannah).

6. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan

7. bulan Allah menambah rizki para mukmin di dalamnya.

8. Siapa saja yang pada bulan itu memberikan makanan berbuka kepada orang yang puasa, a. maka perbuatan itu menjadi pengampunan atas dosa-dosanya,b. kemerdekaan dirinya dari api neraka, danc. ia mendapatkan pahala seperti pahala orang berpuasa yang diberinya makanan berbuka itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu”.Para sahabat berkata: “Ya Rasululullah, tidak semua dari kami memiliki makanan berbuka untuk orang-orang yang berpuasa”. Rasulullah saw. pun menjawab: “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan sebutir korma sekalipun atau sekedar seteguk air atau sehirup susu.

9. Bulan Ramadhan ini adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.

10. Siapa saja yang meringankan beban dari orang yang dikuasainya (hamba sahaya atau bawahannya), niscaya Allah mengampuni dosanya dan membebaskannya dari api neraka. Karena itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan ini.Dua perkara yang dengannya kalian menyenangkan Tuhan kalian dan dua perkara lainnya sangat kalian butuhkan.Dua perkara yang kalian lakukan untuk menyenangkan Tuhan kalian adalah:

11. mengakui dengan sesungguhnya bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan kalian memohon ampunan kepada- Nya.Adapun dua perkara yang sangat kalian butuhkan adalah 12. kalian memohon surgaNya dan berlindung dari api neraka.

13. Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berpuasa niscaya Allah akan memberinya minum dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasa haus lagi sesudahnya hingga ia masuk surga”.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan